Catatan untuk berbagi

Muslim paling utama yang menjaga lisannya

- Ketika Rasulullah ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab: مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ “(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)

Nasehat indah Imam Syafi'i

1. Biarkan saja hari-hari berbuat sesukanya, dan lapangkanlah jiwamu jika qodlo’ telah ditetapkan. 2. Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi, tidak ada apa pun di dunia ini yang abadi. 3. Jadilah engkau laki-laki yang tangguh, perangaimu penuh toleransi juga menepati janji

Aktivitas Sosial bersama anak SMART Ekselensia Indonesia Bulan Maret 2015

Salah satu program dalam pembentukan karakter siswa, terutama pembentukan karakter dalam menumbuhkan kepekaan sosial siswa, menumbuhkan rasa syukur dan membentuk jiwa berbagi dengan sesama. Semoga anak-anak SMART Ekselensia Indonesia dan anak yatim dan yatimah menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah... Aamiin.

Berbagi ditengah Kemiskinan sang Ibu Tua

Saat itu kira-kira jam sepuluhan pagi, saat saya dan karyawan lain dikantor tempat saya bekerja, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang ibu tua dengan pakaian muslimah yang sangat sederhana namun rapi, beliau mengetuk ruang kerja saya dan sebagai mana standar penerimaan tamu saya pun menanyakan tujuan dan maksud kedatangan ibu tua tadi.

Mengajar dan Mendidik Harus Menjadi Satu Kesatuan dalam Membentuk Karakter

Kita melihat potret generasi muda hari ini, banyak sekali terjadi tawuran pelajar, narkoba dan prilaku menyimpang lainnya. Siswa binaan yang kita didik baik disekolah atau pesantren adalah amanah yang Allah berikan kepada kita, sehingga seorang guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan mengajar dan sekaligus mendidik

Selasa, 26 Maret 2019

***

Sabtu, 17 Maret 2018

Debat forum sarana belajar menyampaian dan mempertahankan pendapat secara ilmiyah

Selain kesibukan siswa belajar secara formal dibangku sekolah, sesungguhnya masih banyak  kegiatan lain yg sama pentingnya dengan kegiatan tersebut, sebut saja ekstrakulikuler atau kegiatan belajar namun diluar pelajaran formal. Kegiatan ekstrakulikuler ini tidaklah diberikan di kelas2 secara formal melainnya informal, tapi justru ini yang dapat membantu siswa dalam menyalurkan minat yang mereka sukai dan yang akan memberikan dampak baik secara langsung atau tidak langsung kepada skill siswa itu sendiri.

Begitu juga yang diprogramkan oleh sebuah sekolah dibilangan parung yang biaya operasionalnya di tanggung oleh lembaga zakat dompet dhuafa, yaitu sekolah SMART Ekselensia Indonesia. Sekolah yang diperuntukan anak-anak marginal ini dicanangkan lulus dalam masa 5 tahun untuk jenjang SMP dan SMA dengan tinggal di asrama. 

Salah satu jenis kegiatan rutinnya diasrama adalah kegiatan debat forum, yaitu kegiatan yang dirancang agar seluruh siswa jenjang kelas 3 SMP dan kelas 1 SMA dapat beradu argumuntasi secara ilmiyah dalam pempertahankan pendapatnya. Ini sejalan dengan cita-cita sekolah ini yang ingin mencetak generasi pemimpin masa depan.

(bersambung..)

Senin, 07 September 2015

Nikmat yang Sering dilupakan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat SEHAT dan WAKTU SENGGANG”.
(HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Ibnu Baththol mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”

Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

‘Umar bin Khottob mengatakan,
“Aku tidak suka melihat seseorang yang berjalan seenaknya tanpa mengindahkan ini dan itu, yaitu tidak peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk dengan urusan akhiratnya.”

Ibnu Mas’ud mengatakan,
“Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”(Dua perkataan sahabat ini terdapat dalam Al Adabusy Syar’iyyah, Ibnu Muflih, 4/303, Mawqi’ Al Islam)

Sabtu, 05 September 2015

Petuah Ulama, Pentingnya Menjaga Waktu


Janganlah Menyia-nyiakan waktu Selain untuk Mengingat Allah

Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’  Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”(1)

Ya Allah, mudahkanlah kami selaku hamba-Mu untuk memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian. Amin Yaa Mujibas Saailin.
Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi hati yang ingin terus disirami.
-----
Az Zuhud li Ahmad bin Hambal.

Muslim paling utama yang menjaga lisannya


- Ketika Rasulullah  ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab:
مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)


- Rasulullah n bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah :
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ تَعَالَى مَا يُلْقِي لَهَا بَالاً يَرْفَعُهُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai), ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. al-Bukhari no. 6092)

Senin, 31 Agustus 2015

Nasehat indah Imam Syafi'i


1. Biarkan saja hari-hari berbuat sesukanya, dan lapangkanlah jiwamu jika qodlo’ telah ditetapkan.

2. Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi, tidak ada apa pun di dunia ini yang abadi .

3. Jadilah engkau laki-laki yang tangguh, perangaimu penuh toleransi juga menepati janji .

4. Jika engkau tau bahwa engkau banyak memiliki aib di mata manusia, dan engkau menginginkan tutup atas aib-aibmu tersebut, maka tutuplah aib-aibmu tersebut dengan kedermawanan, sebagaimana telah dikabarkan, bahwasanya setiap aib bisa ditutup dengan kedermawanan.

5. Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak , Menjadi mati lalu membusuk.

6. Aku mampu berhujah dgn 10 orang berilmu , tapi aku akan kalah pada seorang yg jahil kerana mereka tak tahu akan landasan ilmu.

7.Janganlah engkau mengharapkan kemurahan dari orang bakhil, karena dalam sebuah api tidak ada air yang bisa menghilangkan dahaga.

8. Tidak akan berkurang rizkimu sebab santai dalam bekerja, dan tidak akan bertambah pula dengan semangat usaha.

9. Tidak ada kesusahan yang abadi tidak pula kesenangan, tidak pula kesengsaraan yang saat ini sedang menimpamu, tidak pula kelapangan hidup.

10. Jika engkau memiliki hati yang menerima (qona’ah), maka engkau dan raja- raja dunia adalah sama.

11. Barangsiapa yang telah datang kematian di halaman rumahnya, maka tidak ada tempat di bumi yang dapat menghalanginya, tidak pula di langit .

12. Bumi Allah itu luas, tetapi ketika qodlo’ (ketentuan) telah ditetapkan, maka sesuatu yang luas akan menjadi sempit.

13. Biarkan saja hari- hari memperdayai mu setiap saat, karena tidak ada obat apapun bagi kematian .

14. Barang siapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya , cinta dunia sekaligus cinta Allah , maka dia telah berdusta ”

15. Jika Ada seorang yang ingin menjual  dunia ini kepada ku dengan nilai harga sekeping roti , nescaya aku tidak akan membelinya .

16. Bila kamu tak tahan penatnya belajar , maka kamu akan menanggung peritnya kebodohan .

17. Berapa ramai manusia yang masih hidup dalam kelalaian , sedangkan kain kafannya sedang di tenun .

18. Orang yang berilmu dan beradab , tidak akan diam di kampung halaman , tinggalkan negerimu , merantaulah ke negeri orang .

19. Jangan cintakan orang yang tidak cintakan Allah . Kalau dia boleh meninggalkan Allah , apalagi meninggalkan kamu .

20. Barang siapa yang menginginkan Husnul Khotimah , hendaklah ia selalu bersangka baik dengan Manusia.

21. Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran .

22. Kamu seorang manusia yang dijadikan daripada tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.

23. Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk . Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia.

24. Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat .

25. Sesiapa yang menasihatimu sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu . Sesiapa yang menasihatimu dikhalayak ramai , ia sebenarnya menghinamu.

26. Dosa-dosa ku kelihatan terlalu besar buatku , tapi setelah kubandingkan dgn keampunanMu , ternyata keampunanMu jauh lebih besar.

27. Bumi Allah amatlah luas  namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun  menjadi sempit.

28. Jadikan akhirat di hatimu , dunia ditanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.

29. Sebesar-besar aib (keburukan) adalah kamu mengira keburukan org lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam diri kamu sendiri.

(Imam syafie)

Sabtu, 04 April 2015

Kegiatan bakti sosial siswa SMART Ekselensia Indonesia 2013



Minggu (13/4) , Pukul 07.00 Pagi. Kami beberapa Siswa Angkatan 9 Smart Ekselensia tengah sibuk mempersiapkan berbagai macam keperluan dan barang-barang  yang akan kami bawa menuju tempat tujuan kami dalam berbakti sosial, yakni : Musholla Al-Mannar yang berada tepat di wilayang perkampungan Desa Jampang.Pada hari ini, Kami mempersiapkan banyak sekali barang-barang yang akan kami bawa, diantaranya adalah barang-barang keperluan kami disana, seperti snack, air mineral, dan beberapa alat kebersihan serta kipas angin dan lampu untuk kami sumbangkan ke musholla tersebut.

Sekitar Pukul 07.15 Pagi, persiapan kami pun akhirnya selesai dan kami memulai perjalanan kami dengan pembacaan doa bersama dan kami juga mendengarkan beberapa instruksi yang diberikan oleh Wali asrama kami, yakni : Ust.Sriyono. Beliau memberikan banyak sekali instruksi yang sangat berguna bagi lancarnya kegiatan yang akan kami lewati bersama. Setelah mendengarkan beberapa instruksi, kami pun berfoto-foto terlebih dahulu guna untuk keperluan laporan kegiatan dan bersegera berangkat menuju tempat tujuan kami dengan membawa berbagai macam barang dan perlengkapan yang dipandu langsung oleh Ust.Sriyono melalui sepeda motor milikinya.

Tepat Pukul 07.45 Pagi, perjalanan yang cukup memakan waktu kami pun telah berakhir dengan ditandai oleh beberapa kerbau yang sedang berkubang di kubanganya sambil membasahi tubuhnya yang menandakan bahwa musholla yang kami tuju berada ditempat yang bisa dikatakan terpencil dan jauh dari lalu lalang kendaraan berasap.Sesampainya disana, kami pun langsung bersalaman dengan bapak Rozak selaku ketua DKM dari musholla tersebut dan kami pun segera menyambangi banyak tempat disana guna melihat tempat yang akan kami bersihkan.Setelah itu, kami berifing sebentar sebelum melakukan aktivitas inti kami sambil mendengarkan beberapa sambutan dan susunan acara yang disampaikan.

Sekitar Pukul 08.00 tepat, langkah awal kegiatan kami pun dimulai denagn pembagian tugas berdasarkan kelompok. Kelompok pembagian tugasnya, yakni: Pembersihan kamar mandi, kuburan di belakang musholla, halaman depan musholla, ruang di dalam musholla, dan lingkungan di sekitar  musholla.Kami semua bekerja dengan sangat teliti dan cekatan karena banyak sekali tempat-tempat di musholla tersebut yang tidak terawatt dan tak lupa kami juaga bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati karena itulah kunci dari diterimanya suatu amal ibadah seorang manusia.Beberapa waktu kemudian, akhirnya seluruh tugas berat ini telah selesai kami kerjakan dengan sangat baik dan penuh kerja keras.Akhirnya kami pun berkumpul kembali untuk menikmati snack dan air mineral yang telah kami bawa sebelumnya sambil kembali mendengarkan beberapa pesan dan kesan serta maklumat ynag disampaikan oleh Ust.Sri dan Bapak Rozak.Setelah itu kami pun pamit kepada Bapak Rozak sambil berfoto-foto sebentar dan Bapak Rozak pun terharu sambil mengucapkan terima kasihnya kepada kami atas segala bantuan yang sangat berarti dari kami.Setelah itu,kami pun pulang menuju ke asrama kembali dengan penuh perasaan yang sangat puas dan senang dapat membantu orang lain.

Tiba-tiba, terdengar sapaan yang mengejutkan  dari Ust.Sriyono. Ia ternyata diam-diam membelikan masing-masing dari kami bakso dan mie ayam sebagai pengganti tanda kerja keras yang telah kami lakukan dan kami un berterima kasih kepada Allah atas rezeki yang ia beri kepada kami melalui para donator kami.

Senin, 30 Maret 2015

Aktivitas Sosial bersama anak SMART Ekselensia Indonesia Bulan Maret 2015


Foto kegiatan rihlah ruhiyyah 
bersama siswa-siswa SMART Ekselensia Indonesia

Salah satu program dalam pembentukan karakter siswa,  terutama pembentukan karakter dalam menumbuhkan kepekaan sosial siswa, menumbuhkan rasa syukur dan membentuk jiwa berbagi dengan sesama.  Semoga anak-anak SMART Ekselensia Indonesia dan anak yatim dan yatimah menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah... Aamiin.

Pengarahan sebelum aksi
Lokasi Kunjuan Sosial


Awal tiba di Panti Darussholihin Salabenda 

Pembukaan oleh Ust. Sriyono
Sesi Sharring
Sesi Sharring
Sesi Sharring 
Serah terima Sumbangan oleh Ust. Sriyono ke Ust. Irvan


Games di komandoi Siswa SMART E.I









Foto Perpisahan

Berbagi ditengah Kemiskinan sang Ibu Tua

Saat itu kira-kira jam sepuluhan pagi, saat saya dan karyawan lain dikantor tempat saya bekerja, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang ibu tua dengan pakaian muslimah yang sangat sederhana namun rapi,  beliau  mengetuk ruang kerja saya dan sebagai mana standar penerimaan tamu saya pun menanyakan tujuan dan maksud kedatangan ibu tua tadi.

Dengan lantang beliau membeberkan maksud dan tujuan mendatangi lembaga tempat kami bekerja, yang memang saat itu lembaga kami menangani anak kaum dhuafa dari seluruh indonesia dengan program beasiswa full. Dalam penjelasannya beliau sangat menginginkan anaknya yang saat itu akan masuk tingkat smp bisa mendapat beasiswa disekolah kami.  Saya pun memberi penjelasan tentang persyaratan yang harus dipenuhi calon siswa yang diterima dengan beasiswa penuh. Diantara persyaratannya adalah dhuafa bu, jawab saya sambil menekankan bahwa yang tidak dhuafa tidaklah akan diterima.

Karena secara kasat mata ibu tua itu tidak terlihat seperti orang yang dhuafa pikir saya, ditengan-tengah saya menjelaskan syarat masuk sekolah beasiswa di sekolah kami, secara spontan ibu tadi memotong membicaraan saya, "maaf pa saya potong penjelasannya" saya ingin menjelaskan dulu bahwa saya mungkin bukan temasuk orang yang berkecukupan pak. "Maaf memang ibu dan suami sekarang bekerja dimana bu..", saya coba menanyakan dengan penuh selidik. Beliaupun menjawab dengan sigap, saya sekarang kerja sebagai marbot masjid pak.., kalau ditanya gaji sekitar 300ribu an sebulan, dan suami sekarang sedang sakit sudah hampir dua tahun hanya bisa berbaring dan tidak bekerja pak.

Oo begitu kondisinya bu, mohon maaf, saya sangat prihatin dengan keadaan ibu. Kalau putra ada berapa orang bu, tambah saya dengan lebih memberi perhatian, beliaupun menjelaskan bahwa putri saya ada tujuh orang pak..., yang kandung tiga orang dan yang yatim piatu empat orang. Maksud ibu, tiga kandung dan empat yatim apa bu...? saya agak binggung dengan jawabannya, beliau lanjut menjelaskan begini pak anak kandung saya ada tiga orang dan yang empat orang anak adalah anak yatim piatu.

Subhaallah, jadi ibu juga merawat anak yatim empat orang bu?? saya bertanya dengan spontan sekaligus takjub dan seakan tidak percaya kalau seorang ibu yang kondisi ekonomi yang sangat minim yang ditambah suaminya juga sakit parah, tapi masih bermurah hati untuk merawat anak yatim,  itupun tidak satu anak tapi empat anak sekaligus. Semoga Allah memberkahi upaya ibu ini dalam menghidupi anak-anak yatim, doa ini spontan keluar dari hati saya. 

Tidak terasa dialog sudah berlangsung hampir satu jam dan sebelum pembicaraan kami sudahi beliau sempat melemparkan pertanyaan yang cukup menguras energi untuk menjawabnya. "Kalau bapak bersedia tidak untuk mengasuh satu atau beberapa anak yatim piatu pak....?" karena sering sekali saya juga menerima tawaran mengurus anak yatim piatu dari sebuah panti asuhan yang letaknya tidak jauh dari rumah saya.

Setelah pertanyaan ini dilontarkan saya terdiam sejenak dan terbayang hitung-hitungan kalau harus mengurus satu orang anak yatim piatu, dari masalah makan, tempat tidur dan lain-lain, apa saya mampu ya... itulah pertanyaan yang bergejolak di fikiran.  Bu, bukan saya tidak mau mengurus anak yatim piatu, tapi keadaan saya belum stabil bu, selain dua orang anak saya masih perlu biaya sekolah, rumah saya juga kecil bu cuma type 21, cuma satu kamar tidur, ruang tamu dan dapur. Jadi belum sanggup bu....

Pak saya juga mungkin sama keadaannya dengan bapak, bahkan mungkin jauh lebih buruk keadaan ekonomi dari keadaan bapak, seperti yang tadi saya jelaskan, tapi kita harus yakin pak kalau Dzat yang memiliki kehidupan kita akan membantu, apalagi kita berbagi anak yatim piatu, pasti Allah tidak akan membiarkan kita dalam kekurangan, Allah maha kaya, hanya terkadang manusia tidak yakin.

Mungkin saya termasuk orang yang sering mengalami kekurangan pak, namun setiap saya berusaha menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah, maka semua kekurangan atau kesulitan langsung mendapat jalan dariNya. Seperti baru-baru ini juga saya alami pak, tepatnya tiga hari yang lalu, saya sedang mengalami kekurangan, dimana saat saya baru saja melihat persediaan makan dan susu anak-anak tidak ada sama sekali dan saya juga tidak tahu untuk makan besok dapat  darimana, langsung pada malam hari saya sholat sunnah dan meminta kepada Allah. Yang sering membuat saya semakin yakin akan pertolonganNya yaitu dipagi harinya ada saja kiriman dari mukhlisin yang terkadang saya tidak kenal. Ini bukan sekali atau dua kali saja, tapi setiap saya membutuhkan sesuatu dan minta kepadaNya langsung di beri jawaban.

Mendengar penjelasan ibu tua itu, saya tidak bisa berkata apapun, saya hanya diam dan merasa sangat takjub melihat sang ibu tua yang begitu kuat kebersamaannya dengan Allah, sehingga sedikitpun beliau tidak merasa takut miskin atau rugi selama untuk menghidupi anak-anak yatim bahkan beliau yakin dengan janji Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam,  

Aku (Muhammad SAW) dan pengasuh anak yatim kelak disurga seperti dua jari ini (Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk danjari tengah dan merapatkan keduanya)”. (HR Bukhari)

Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlkukan dengan huruk”. (HR Ibnu Majah)

Dari kisah tadi semoga dapat kita ambil pelajaran. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang dapat mengamalkan apa yang disampaikan oleh Rosulullah. Aamiin.


Ditulis oleh Sriyono


Jumat, 27 Maret 2015

Belajar dari kemacetan


Rasanya sudah tidak asing lagi dengan istilah macet, karena keadaan ini sangat akrab dengan kebiasaan suasana jalan dilingkungan kita, apalagi mereka yang tinggal atau bekerja didaerah perkotaan dan metropolitan, istilah ini sudah tidaklah asing.

Namun tahukah kita,  keadaan yang sering membuat kita kesal, penat, bahkan mungkin stress, ternyata dibaliknya ada pelajaran yang sangat berharga yang dapat kita dipetik.

Sebagai gambaran saja, misalkan ada seorang bapak yang dari rumah berangkat pagi-pagi untuk menuju kantor didaerah perkotaan, ia menuju kantor dengan menggunakan kendaraan bermotor, dan ditengah perjalanan iapun mendapati jalan dalam keadaan "muacet", namun yang luar biasanya si bapak tadi tidak akan ada dalam benaknya untuk memutar motornya untuk kembali pulang kerumah, tapi justru sebaliknya, si bapak tadi akan lebih semangat untuk mencari jalan alternatif bahkan berusaha mencari celah disela-sela kendaraan yang berjejer karena macet.  Hanya satu kata dalam benak fikirannya, saya harus sampai tujuan tepat waktu, fikiran tersebut muncul karena ia sudah mempunyai agenda atau rencana untuk melakukan aktivitas dikantornya, sampai waktu pulang disore hari, dan iapun harus kembali kerumah dengan melalui jalan yang sama dengan resiko menghadapi kemacetan lagi. Namun masih dengan semangat yang sama iapun berjuang dengan optimis untuk sampai rumah, walau macet atau bahkan hujan lebat yang dihadapinya.

Dari perumpamaan yang terjadi pada diri si bapak tadi dalam menghadapi macet, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan dalam kehidupan kita, diantaranya :
1. Motivasi yang kuat

2. Mempunyai tujuan yang jelas

3. Tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan

4. Mencari jalan keluar alternatif dari jalan yang biasa ditempuh

5. Positif thinking dalam menghadapi kesulitan

6. Menyiapkan mental yang kuat  sebelum menghadapi kesulitan

7. Tidak berputus asa

Demikian catatan sederhana ini ditulis, semoga kita memiliki jiwa yang tangguh dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan ujian. Wallahu alam

Kamis, 26 Maret 2015

Minggu, 15 Maret 2015

PEMBINAAN KARAKTER DISEKOLAH DAN RUMAH HARUS SE-IRAMA

Pada usia pra sekolah anak kita dibina dirumah oleh orang tua sampai usianya mencukupi masuk ke sekolah formal. Dan selama anak belum masuk sekolah formal maka masalah pembinaan karakter adalah tanggung jawab orang utua sepenuhnya, maka harus betul- betul memperhatikan dan menyaring pembiasaan yang terbaik untuk anak kita, karena pada usia ini anak akan merekam mentah-mentah semua yang terjadi dirumah atau dilingkungan rumah dalam hal ini tetangga terdekat.

Sehingga orang tua yang memiliki pengetahuan yang cukup untuk membina karakter anak, akan bijak dalam bersikap, terutama saat menemukan keadaan yang bertolak belakang dengan value yang sedang  ditanamkan kedalam diri anak.

Sikap bijak dan pengawasan ekstra harus benar-benar dimainkan oleh orang tua dalam situasi seperti ini. Karena jika kita lengah sedikit saja, bisa jadi bangunan yang sudah kita dirikan akan ambruk seketika.

Berdasarkan pengalaman penulis, ada beberapa hal penting yang akan mempengaruhi proses pembentukan karakter  anak diantaranya adalah :

■  Ketauladanan orang dewasa
Anak akan cepat merekam apa saja yang tejadi disekelilingnya,  sehingga semua kejadian akan  diikutinya baik berupa ucapan, sikap, musik/hiburan, gaya hidup dan lainnya. Jika baik sikap orang orang dewasa di lingkungan rumah maka anakpun akan mengikutinya, tapi jika rusak maka anak ibaratkan fotocopy yang akan menduplikat pola hidup disekitarnya.

■  Pola pendidikan disekolah
Sekolah adalah rumah kedua dari anak-anak kita, sehingga apapun yang ada dilingkungan sekolah akan banyak menyumbang terbentuknya karakter. Walaupun apa yang diajarkan oleh para guru adalah hal yang baik, namun kebiasaan yang dilihat dari teman-teman sekelas akan juga mempengaruhi karakter anak.

■  Peraturan yang dibuat
Sebagai sarana untuk melatih kedisiplinan anak, biasanya orang tua membuat peraturan untuk melatih anak untuk disiplin, sehingga orang tua sering memberikan hukuman yang tegas jika anak melanggar.  Tapi sadarkah kita kalau kedisiplinan yang ditunjukan oleh anak bukanlah karena kesadaran namun karena takut akan konsekwensi dari orang tua. Untuk membangun karakter disiplin, sebelum membuat peraturan untuk anak sebaiknya orang tua mengajak diskusi dalam menentukan peraturan, sehingga anak dilatih untuk melaksanakan kewajiban atas dasar kesadaran sendiri.

■  Konsistensi  penegakan peraturan
Setelah peraturan dibuat dan dimengerti oleh anak, selanjutnya adalah kedua orangtua dirumah haruslah seia-sekata terhadap peraturan yang sudah disepakati tadi. Misalkan aturan harus mematikan tv saat menjelang azan, maka seharusnya tidak ada dari orang tua si ayah atau ibu yang menonton pada waktu yang dilarang.  Karena jika sekali saja ibu atau ayah melanggarnya maka akan menjadi preseden buruk akan kelangsungan peraturan tadi.

■  Keserasian antara pembiasaan sekolah dan  rumah.
Hal ini juga merupakan sesuatu yang amat penting karena pengaruhnya sangat besar terhadap pembentukan karakter. Sebagaimana dirumah harus ada kesamaan prinsip dalam penegakan peraturan, antara sekolah dengan rumah harus diminimalisir bahkan ditiadakan terjadinya ketidaksesuaian khususnya tentang sikap atau tingkah laku yang harus dilakuan siswa.

Demikian tulisan sederhana ini disusun, semoga kita dapat menjadi pendidik yang dpt mendidik anak-anak yang Allah amanahkan kepada kita dengan penuh ketulusan.

Waktu Berlalu Begitu Cepatnya


Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).
Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu
Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”
  (Al Jawabul Kafi, 109)

Waktu Bagaikan Pedang

 Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,
صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك
“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

 Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia
Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:
ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل
Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”
(Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah



Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri

إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل.

Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah."
( Shifatush Shofwah, 1/405, Asy Syamilah)

Ketahuilah bahwa Engkau Seperti Hari-harimu

Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك

Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu."  
(dari kitab Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi)

Mengajar dan Mendidik Harus Menjadi Satu Kesatuan dalam Membentuk Karakter

Kita melihat potret generasi muda hari ini, banyak sekali terjadi  tawuran pelajar, narkoba dan prilaku menyimpang lainnya.

Siswa binaan yang kita didik baik disekolah atau pesantren adalah amanah yang Allah berikan kepada kita, sehingga seorang guru yang baik adalah guru yang memiliki kemampuan mengajar dan sekaligus mendidik. 
Jika yang dimiliki guru hanya kemampuan mengajar saja, berarti setelah materi pelajaran habis disampaikan, dievaluasi dan anak sudah faham, maka guru sudah merasa telah selesai tugasnya sebagai guru, tanpa memperhatikan sikap anak-anak didik bahkan sikap dirinya sebagai seorang guru.

Padahal sekolah atau pesantren yang ideal adalah lembaga pendidikan yang dijadiakan sebagai wadah selain mentrasfer ilmu juga memperbaiki dan membentuk karakter. Sementara karakter dibentuk tidak cukup dengan teori atau materi yang disampaikan saja, namun jauh dari itu harus adanya pembiasaan yang berkesinambungan, ketauladanan dari para guru, kejelasan karakter  yang akan dibangun, sistem dan kebijakan lembaga yang saling mendukung satu dengan lain dan peraturan yang konsisten ditegakkan.

Sabtu, 14 Maret 2015

Koleksi gantungan kunci

Gantungan kunci
Hello Kitty Rp. 3.000,-

Stroberry  Rp. 3.000

bulu tangkis